Pahami Apa Itu Faktur Pajak dan E Faktur Pajak

Dalam dunia perpajakan tentu kita tak asing mendengar kata faktur pajak. Apa itu faktur pajak? Pajak merupakan salah satu hal yang sangat penting di dunia perpajakan. Oleh karena itu melalui artikel ini kita akan membahas tentang e faktur pajak. Sebelum membahas e-faktur lebih dalam, Mari kita simak tentang definisi pajak sebagai berikut.

e faktur pajak

Pengertian Faktur pajak yaitu tanda bukti pungutan pajak atas penyerahan jasa kena pajak ataupun barang kena pajak dilakukan oleh pengusaha kena pajak. Lebih sederhananya agar dapat dipahami, faktur pajak yaitu tanda bukti yang digunakan oleh PKP ketika akan menjual jasa atau barang kena pajak yang dimiliki.

Pada setiap ada transaksi penjualan barang atau jasa kena pajak, maka PKP wajib menerbitkan sebuah faktur pajak. Faktur ini merupakan tanda bukti bahwa perusahaan tersebut telah melakukan pemungutan pajak dari setiap pembelian barang atau jasa mereka.

Selanjutnya, faktur pajak yang telah diterbitkan harus dilaporkan atau disampaikan ke kantor pajak. Hal ini merupakan bentuk transparansi pungutan pajak antara pengusaha kena pajak dan Direktorat Jenderal Pajak. Dengan adanya transparansi data tersebut maka perusahaan tersebut tidak akan dianggap melakukan penggelapan pajak.

Mengutip dari peraturan tentang perpajakan dalam undang-undang Nomor 28 Tahun 2007, terdapat 3 jenis faktur pajak yang sering digunakan yakni sebagai berikut :

  1. Faktur standar

Faktur ini sering digunakan oleh PKP yang mengacu pada ketentuan Direktorat Jenderal Pajak No Kep-53/PJ/1994. Aturan ini berlaku sejak tanggal 29 Desember 1994 hingga sekarang. Faktur standar paling tidak harus memuat beberapa keterangan sebagai berikut :

Tercantum NPWP, nama PKP peta alamat yang menjual jasa atau barang kena pajak. Selain itu terdapat detail informasi mengenai jasa atau barang yang dijual, harga, hingga Jumlah pembelian.

Selain itu terdapat juga jumlah pungutan pajak, tanggal terbit faktur, jabatan, Nama terang, hingga tanda tangan PKP.

  1. Faktur Gabungan

Berikutnya yaitu faktur pajak gabungan. Faktor ini adalah jenis faktur yang sama dengan faktur pajak standar, tetapi faktor ini digunakan oleh PKP transaksi penjualan barang atau jasa kena pajak tidak hanya sekali namun berulang kali.

  1. Faktur Pajak Sederhana

Berikutnya yaitu faktur pajak sederhana. Umumnya faktor ini Dapat anda temukan transaksi sehari-hari seperti bon atau Bill setelah melakukan pembayaran makan di restoran. Jenis faktur pajak sederhana ini faktur yang dikeluarkan oleh dalam bentuk kecil berupa bon kontan, dan ini terhitung sebagai faktur pajak yang tetap harus dilaporkan ke kantor Pelayanan Pajak, sebagai tanda bukti jika terdapat transaksi penjualan jasa atau barang yang kena pajak.

Itulah setidaknya tiga jenis faktur pajak yang umumnya anda ketahui. Faktor-faktor tersebut nantinya dilaporkan ke kantor pelayanan pajak. Untuk mempermudah pelaporan sebut Direktorat Jenderal Pajak telah meluncurkan sebuah aplikasi e faktur pajak. Adanya aplikasi tersebut tentu akan mempermudah pengusaha kena pajak dalam membuat faktur.

Sebelumnya perlu kita ketahui e faktur merupakan Sebuah faktur yang diterbitkan secara elektronik melalui sebuah aplikasi yang telah dibuat oleh Direktorat Jenderal Pajak. Aplikasi ini faktur yang dibuat oleh pengusaha kena pajak memiliki format yang sama, karena sesuai dengan yang telah ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pajak.

Untuk menggunakan aplikasi e-faktur terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh wajib pajak atau pengusaha kena pajak yaitu sebagai berikut :

  1. Wajib pajak merupakan pengguna yang telah dikukuhkan oleh Direktorat Jenderal Pajak dan telah memiliki akun pengusaha kena pajak.

Akun yang dimiliki PKP merupakan sebuah otoritasi secara khusus yang diberikan Direktorat Jenderal Pajak pada PKP yang telah memenuhi syarat tertentu. DJP memberikan otoritas di dalam bentuk sebuah kode aktivasi yang dikirimkan melalui alamat email PKP.

  1. Mempunyai sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh DJP

DJP akan menerbitkan sebuah sertifikat elektronik yang diberikan kepada pengusaha kena pajak .Sertifikat elektronik tersebut nantinya akan digunakan untuk memperoleh layanan perpajakan secara elektronik.

  1. Memiliki alat elektronik yang dapat menjadi tempat penginstalan aplikasi e-faktur.

Demikian beberapa informasi mengenai e faktur pajak. DJP membuat aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah para pengusaha kena pajak membuat e-faktur dan melaporkannya secara tepat waktu.