Potensi Layanan Cloud dan Perannya pada Perkembangan Startup di Indonesia

Kebutuhan infrastruktur digital seperti layanan cloud Indonesia semakin diperlukan sejumlah pihak, termasuk di antaranya perusahaan rintisan atau startup. Bukan tanpa alasan perusahaan ini menyukai layanan komputasi awan. Menurut mereka, infrastruktur ini memiliki kriteria yang sesuai dengan kebutuhan dan kegiatan operasional.

layanan cloud Indonesia

Potensi layanan cloud di mata startup

Donny Prakoso, AWS Asean Technology Evangelist, menjelaskan ada beberapa faktor yang membuat layanan cloud digemari kebanyakan startup di Indonesia, antara lain:

  • Elastisitas lebih baik. Dibandingkan sistem penyimpanan data on prem, layanan cloud relatif mudah dikontrol. Hal tersebut memudahkan startup untuk mengolah data dan menyimpannya tanpa membuang banyak waktu;
  • Biaya lebih hemat. Walau lebih canggih, layanan cloud tak membutuhkan biaya mahal. Cocok untuk sebagian besar startup yang rata-rata mempunyai bujet terbatas saat mereka memulai usaha. Selain itu, perusahaan hanya perlu membayar sebanyak kapasitas yang digunakan;
  • Fungsi yang lebih signifikan. Sistem konfigurasi pada layanan cloud di Indonesia dapat dioperasikan oleh mereka yang belum familiar dengan teknologi tersebut. Anda juga mempunyai keleluasaan untuk kustomisasi sesuai kebutuhan;
  • Sistem yang lebih agile. Dengan menggunakan layanan cloud, Anda bisa menyokong kebutuhan startup. Misalnya saja perusahaan di bidang dagang yang memerlukan kapasitas naik-turun, terutama saat mereka menyelenggarakan promosi seperti diskon;
  • Bisa diakses di mana dan kapan saja. Karena layanan cloud terhubung dengan internet setiap saat, teknologi ini memungkinkan Anda menyimpan data walau tak sedang berada di kantor. Bahkan Anda tak perlu memindahkan atau membangun server baru untuk akses data.

Indonesia sebagai pangsa pasar besar layanan cloud

Tumbuhnya startup di Indonesia yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir berdampak juga pada potensi pangsa pasar layanan tersebut. Indonesia diprediksi menjadi pasar besar untuk layanan komputasi awan, seperti yang dikatakan Rendy Maulana, Ketua Asosiasi Cloud dan Hosting Indonesia (ACHI). Apalagi menurutnya Indonesia memiliki jumlah startup terbanyak di Asia Tenggara.

Kemudian, banyaknya masalah sosial sehari-hari turut mendorong pertambahan unicorn startup, sehingga memerlukan penanganan khusus dari startup bervaluasi di atas US$1 miliar. Sebagai catatan tambahan, jumlah startup di Indonesia sudah menyentuh lebih dari 2.000 perusahaan pada 2021 dan yang berstatus unicorn kebanyakan sudah memakai layanan cloud.

Bagi startup, Rendy menambahkan, komputasi awan membantu mereka menyediakan solusi untuk masalah sehari-hari. Salah satunya adalah transaksi dengan kebutuhan besar yang dianggap sebagai katalis pemakaian cloud di Indonesia. Mereka juga rela mengeluarkan biaya yang tak sedikit demi mendapatkan kepraktisan sekaligus stabilitas setelah mengadopsi teknologi tersebut.

Menilai dari data-data di atas, tak menutup kemungkinan layanan cloud Indonesia akan mengalami perkembangan pesat dan menjadi salah satu pendukung transformasi digital yang digalang pemerintah.